Breaking News

Wisata

Sejarah

Kuliner

Recent Posts

Cara Membuat Telur Asin Masir Dengan Batu Bata, Asli Brebes !!!

Cara Membuat Telur Asin Masir Dengan Batu Bata, Asli Brebes !!!

BrebesNow.Com - Telur asin merupakan makanan yang memang enak untuk dinikmati setiap saat, baik untuk lauk ataupun dimakan langsung, enaknya memakan telur asin ternyata tak seenak proses pembuatannya karena ada proses dimana si pembuat harus berkotor-kotor ria dengan adonan yang salah satunya dengan bahan batu bata yang dihaluskan. Agar tidak penasaran maka dari itu nanti akan kami jelaskan proses cara membuat telur asin masir dengan batu bata, agar kita semua tahu prosesnya dan jika mempunyai keniatan anda juga bisa mencoba membuatnya dirumah.

Sebelum beranjak dalam proses pembuatannya, perlu diketahui bahwa sebenarnya itu telur asin berasal dari orang cina yang berada di daerah brebes yang membuatnya dan menjadikan makanan yang eksklusif dan terkenal pada jamannya, orang cina tersebut yaitu dari pasangan keluarga In Tjiau dan Tan Polan nio. Eksklusifnya telur asin tersebut karena memang pada saat itu produksinya masih sangat sedikit dan pemasarannya kebanyakan ke jakarta.

Berkembangnya dunia pertelur asinan di brebes bermula ketika karyawan dari produsen telur asin pasangan keluarga In Tjiau dan Tan polan Nio memutuskan untuk keluar dari tempatnya bekerja dan membuat usaha telur asinya sendiri. Dari situlah akhirnya ilmu cara-cara membuat telur asin tersebar luas, sampai kita semua saat inipun tahu cara dan triknya bagaimana cara membuat telur asin dengan cepat, cara membuat telur asin masir dengan batu bata, cara membuat telur asin dengan abu gosok, cara membuat telur asin dengan air garam dan cara pembuatan telur asin dengan model dan varisi-variasi tertentu.

Kali ini kita akan memfokuskan dalam tutorial pembuatan telur asin yaitu dengan olahan batu bata, sebagai orang brebes kami akan sajikan langsung dari teks prosedur membuat telur asin masir yang benar. Banyak sekali telur asin yang beredar dipasaran baik yang diproduksi secara kecil-kecilan maupun diproduksi dengan sekala besar, namun telur asin brebeslah yang tetap menjadi primadona dilidah para penikmatnya, terbukti dari semakin banyaknya produsen telur asin diluar kabupaten brebes namun ketika musim mudik tiba para pemudik selalu berbondong-bondong menyempatkan diri untuk singgah dibrebes dan membeli telur asinnya. Usut punya usut para penggemar telur asin lebih memilih telur asin brebes karena enak dan tekstur kuning telurnya yang masir.

Oke, langsung saja silahkan pelajari tahapan-tahapannya dalam membuat telur asin dibawah ini.

Bahan bahan utuk membuat telur asin masir dengan batu bata:

  1. 1 liter air
  2. 4 buah batu bata
  3. 1 buah ember
  4. 12 butir telur bebek
  5. 500 gram garam

Cara membuat telur asin masir dengan batu bata:

  1. Rendam telur bebek yang telah disiapkan sebelumnya di dalam air selama kurang lebih 2 menit. Tahap ini untuk mengetahui apakah telur bebek benar-benar berkualitas bagus. Jika ada telur yang mengambang / mengapung, maka segera di buang, telur yang mengapung merupakan telur dengan kualitas jelek.
  2. Setelah melalui tahap pemilihan telur kemudian bersihkan telur bebek tadi (yang tenggelam) hingga benar-benar bersih. Dalam tahap ini harus ekstra hati-hati, cara menggosok dalam membersihkan telur yang teralu kenang maka dapat mengakibatkan telur menjadi retak atau bahkan bisa sampai pecah, maka berhati-hatilah!.
  3. Setelah membersihkan kotoran luar telur, ada tahap yang bersifat optional, yaitu mengamplas kulit telur yang bertujuan untuk membuka pori-pori telur yang nantinya dapat mempermudah meresapnya garam kedalam telur.
  4. Keringkan telur yang telah di bersihkan dan diamplas tadi, kemudian taruh ditempat yang aman.
  5. Ambil Batu bata yang tadi sudah disiapkan, kemudian hancurkan batu bata tersebut satu persatu hingga batu bata benar-benar lembut seperti tepung, untuk menghancurkan batu bata anda dapat menggunakan palu atau alat lain yang keras. Agar batu bata tidak berceceran kemana-mana anda juga harus mempertimbangkan wadah yang digunakan sebagai tempat batu bata saat menghancurkannya, sebagai contohnya anda bisa menggunakan kantong yang terbuat dari kain yang tahan sobek saat di pukul dengan palu atau benda keras lainnya.
  6. Campurkan tepung batu bata yang sudah halus tadi dengan air, aduk hingga rata. untuk ukuran air jangan sampai terlalu banyak yang mengakibatkan adonan batu bata sulit untuk dibentuk menjadi bola-bola, diperkirakan hingga adonan mempunyai tekstur seperti tanah liat atau pasta.
  7. Setelah adonan batu bata bertekstur seperti tanah liat kemudian masukkan garam yang telah disiapkan dan aduk lagi hingga merata. Dalam pengolahan / pencampuran bahan pada tahap ini dan sebelumnya disarankan menggunakan tangan tanpa alat seperti sendok dan sebagainya, karena bahan-bahan akan lebih tercampur dengan baik dibandingkan dengan menggunakan alat.
  8. Ambil telur bebek tadi dan lumuri atau lapisi semua telur satu persatu dengan adonan batu bata setebal kurang lebih 3 cm hingga telur tidak nampak dan berbentuk seperti gumpalan tanah merah. Dalam tahap ini jangan habiskan semua adonan untuk mlapisi telur namun sisakan untuk digunakan pada tahap selanjutnya.
  9. Satu persatu masukan telur-telur yang sudah dilapisi adonan batu bata dan garam ke dalam ember.
  10. Ambil adonan yang sebelumnya telah disisakan dan taburkan semuanya diatas telur yang sudah berada didalam ember.
  11. Simpan ember ditempat yang aman yang nantinya akan kita buka setelah 14 hari kedepan.
  12. 14 hari berlalu, bongkar semua adonan yang melapisi setiap telur.
  13. Bilas telur dengan air bersih.
  14. Setelah dibilas dan bersih, rebus (bisa juga dengan di kukus) telur selama kurang lebih 1 jam dengan api kecil dan agar telur tidak menjadi rusak diusahakan air rebusan jangan sampai mendidih.
  15. Telur asin masir dengan batu bata siap disajikan.

Setelah kita mengetahui tahapan tahapan dalam membuat telur asin masir dengan batu bata, langkah selanjutnya yaitu ada ditangan anda, apakah anda akan mempraktikannya atau sekedar sebagai pengetahuan saja. Langkah-demi langkah diatas sudah sangat jelas dan gamblang sehingga membuat kita mengetahui apa saja bahan-bahannya, bagaimana pengolahannya, berapakah waktu yang diperlukan untuk membuat telur asin dan mengetahui varian rasa telur asin. Siapkah untuk mempraktikannya sendiri?

Sebelum kami akhiri tulisan ini, perlu disampaikan bahwa tidak salah anda belajar cara membuat telur asin masir dengan batu bata karena memang sebelum menjadi telur asinpun, telur sendiri sudah sangat baik untuk dikonsumsi karena mengandung banyak gizi, apalagi ketika sudah melalui proses pengasinan maka gizinya akan bertambah dua kali lebih banyak ditambah lagi mengandung kalsium dan mineral yang baik untuk tubuh kita. Terimakasih, Semoga Bermanfaat

Asal Usul / Muasal (Sejarah) Nama Brebes

Asal Usul / Muasal (Sejarah) Nama Brebes

Brebes Now | BrebesNow.Com - Berbicara masalah suatu daerah maka tidak akan lepas sejarahnya, terutama yang berkaitan dengan penamaan daerah tersebut, begitu pula dengan daerah Brebes. Kabupaten yang terkenal dengan Kota Bawang Merah atau Kota Telur Asin inipun mempunyai Asal Usul / Muasal (Sejarah) adanya nama Brebes.

Hasil penulusuran dari berbagai referensi menyebutkan banyak sekali versi asal-usul atau asal muasal nama Brebes, mulai dari segi unsur katanya, keadaan alamnya maupun peristiwa sejarahnya.

Dari berbagai referensi tersebut kami menyimpulkan bahwa asal-usul atau asal uasal nama Brebes ada beberapa versi yang kami klasifikasikan sehingga hanya menjadi 3 versi.

Keadaan Alamiah Wilayah

Versi pertama menyebutkan bahwa munculnya nama Brebes karena mengacu pada keadan alam wilayah Brebes itu sendiri.

Nama Brebes terdiri dari dua kata yaitu kata “bara” dan kata “Basah”, kata “bara” jika dibaca atau diucapkan maka berbunyi “bere” yang mempunyai arti yaitu hamparan tanah yang luas. Sedankan kata “basah” (dibaca: besah) mempunyai arti banyak mengandung air.

Dari dua kata diatas jika digabung maka menjadi “Bara Basah” (dibaca: Bere Besah), namun dalam perjalanannya, karena berkaitan dengan lidah masyarakat setempat, sehingga kata “Bara Basah” (dibaca: Bere Besah) lebih mudah dibaca atau diucapkan menjadi Brebes.

Gabungan dua kata tersebut jika diartikan maka berarti hamparan tanah luas yang mengandung banyak air, makna dari kedua kata tersebut sudah sangat jelas untuk menggambarkan wilayah yang kini kita sebut dengan nama Brebes tersebut pada jaman dulu.

Selain berasal dari dua kata yang telah disebutkan diatas, ada juga yang mengatakan bahwa sejarah nama Brebes berasal dari kata yang diambil dari bahasa jawa yaitu “mbrebes” yang berarti selalu keluar airnya.

Pendapat yang mengambil keadaan alam wilayah sebagai latar belakang adanya nama brebes yang terakhir kali ini cukup singkat sekali. Pendapat tersebut mengatakan bahwa keadaan wilayah Brebes jaman dulu yaitu kemungkinan berupa rawa-rawa yang sering tergenang air dan banyak air yang merembes kemana-mana.

Dari kata merembes itulah yang akhirnya mengalami perubahan hingga muncul nama Brebes.

Pendapat-pendapat diatas memang sangat berbeda sekali diantara ketiganya, walaupuun demikian ada satu titik kesamaannya yaitu keadaan alam wilayahnya yang menjadi latar belakang munculnya nama Brebes.

Masuknya Agama Islam

Islam merupakan agama mayoritas yang dipeluk oleh masyarakat Kabupaten Brebes dan bahkan Indonesia. Kaitannya dengan hal tersebut ada pendapat yang mengatakan bahwa sejarah munculnya nama Brebes tidak lepas dari pengaruh masuknya agama Islam di wilayah tersebut.

Konon pada jaman awal mula masuknya agama Islam sempat dihalang-halangi, hal tersebut memang tidak bisa di pungkiri karena sebelum islam mulai masuk memang wilayah tersebut sudah dikuasai oleh orang-orang yang sudah mempunyai kepercayaan sendiri.

Dalam usaha menghalang-halanginya tersebut pada akhirnya tetap “merembes” / bocor / jebol (gagal dalam menghalanginya).

Dari kata “merembes” itulah yang dalam bahasa daerah tersebut disebut “berbes”, kemudian muncullah nama “Berbes” yang pada akhirnya berubah menjadi “Brebes”.

Pendapat ini hampir sama dengan pendapat sebelumnya yang masih menggunakan kata “merembes” namun pendapat sebelumnya munculnya kata “merembes” berasal dari air yang mana banyak menggenangi wilayah, sedangkan kali ini kata “merembes” muncul karena untuk mengistilahkan gagalnya usaha untuk menghalangi masuknya agama islam.

Gunung Bernama Baribis

Dari pendapat-pendapat diatas yang beragam, dibawah ini ada pendapat yang sangat unik, pendapat ini bisa dikatakan sebagai tinjauan dari sejarah keadaan alam dan juga unsur mistis di Brebes.

Diceritakan bahwa di wilayah Brebes bagian selatan terdapat gunung yang bernama Baribis, lebih tepatnya gunung tersebut terletak diantara Salaem dan Bantarkawung, dari gunung Baribis tersebut mengalirlah sungai yang besar yang dinamai juga dengan nama sungai Baribis, masyarakat saat ini lebih mengenalnya dengan nama sungai pemali.

Sungai yang berasal dari gunung baribis tersebut mengalir keutara melalui dataran dan pada akhirnya bermuara di laut bagian utara (laut jawa).

Konon sungai baribis yang sekarang kita kenal dengan nama sungai pemali tersebut disebut sebagai sungai yang bertuah atau angker dan juga terdapat banyak buayanya.

Keangkeran sungai tersebut dan karena banyak buayanga membuat orang tua pada saat itu melarang anak cucunya untuk mendekati, menyeberangi ataupun mandi di sungai itu, terlebih ketika sedang berperang.

Ketika sedang berperang orang tua sangat keras melarang agar tidak menyeberangi atau melangkahi sungai baribis tersebut. Hal tersebut karena orang tua dulu sangat percaya bahwa kekalahan Arya Bangah dalam peperangan melawan Ciyung Wanara karena Arya Bangah telah menyeberangi / melangkahi Sungai Baribis, lebih lengkapnya nanti akan ada artikel tersendiri mengenai hal tersebut dalam Sejarah Sungai Pemali.

Mistisnya sungai baribis ditambah lagi dengan adanya banyak larangan mengenai sungai tersebut sehingga membuatnya dikenal dan kemungkinan hal itulah yang menjadikan nama Baribis menjadi icon wilayah tersebut yang kemudian kata “baribis” tersebut menjadi Brebes.

Dari berbagai perbedaan versi pendapat mengenai Asal Usul / Muasal (Sejarah) Nama Brebes diatas tak selayaknya kita memperdebatkan mana yang benar dan mana yang salah, namun banyaknya versi pendapat ini mempunyai hikmah agar semakin banyak pengetahuan sejarah kita, khususnya tentang Kabupaten Brebes.

brebeskab.go.id/sejarah_kabupaten_brebes
kompasiana.com/hanzhanz/5529282bf17e6140438b4603/asal-muasal-daerah-brebes
Nikmatnya Soto Khas Brebes Milik H. Ridwan Ketanggungan

Nikmatnya Soto Khas Brebes Milik H. Ridwan Ketanggungan

Brebes Now | BrebesNow.Com - Jika kita berbicara tentang kuliner di wilayah pantura, maka diantaranya kita akan menemui jenis makanan soto yang menjadi khas daerah tertentu.

Daerah yang mempunyai soto yang khas khususnya diwilayah pantura diantaranya yang paling populer yaitu daerah pemalang dengan soto grombyang, daerah Pekalongan dengan soto tauto, kemudian daerah semarang dengan soto ayam bangkong, selanjutnya daerah Pati dengan soto kemiri dan terakhir yang tentunya tidak kalah enak yaitu Soto Sauto yang menjadi khas Kabupaten Brebes.

Dengan tampilan yang enak dan padat, Soto Sauto Brebes merupakan perpaduan bumbu tauco dengan rempah-rempah lainnya, dengan tampilan sajian yang hampir sama dengan soto tauto Pekalongan namun Soto Sauto Brebes mempunyai rasa yang lebih gurih dari tauto Pekalongan.

Pembeda dari rasa Soto Sauto Brebes dan Tauto Pekalongan yaitu bumbu tauco pada Soto Sauto Brebes mempunyai perpaduan rasa manis, asam dan asin yang pas sehingga mengeluarkan rasa yang cocok dilidah.

Dalam sajiannya, biasanya Soto Sauto Brebes terdiri dari mulai nasi, suwiran daging ayam, toge, irisan kol dan beberapa pelengkap seperti seledri, daun bawang serta sambal. Kemudian dibasahi dengan siraman kuah kaldu yang diracik dari tauco dan rempah-rempah lainnya sehingga menghasilkan rasa yang gurih, enak dan khas.

Satu-satunya warung yang populer yang menjual Soto Sauto Khas Brebes yaitu warung “SUKA MAMPIR” Bpk. H.Ridwan yang terletak di wilayah Ketanggungan, Brebes, tepatnya dijalan KH. Ahmad Badawi (Blok Panggung).

Kalau penasaran dengan Soto Sauto Khas Brebes yang satu ini mampirlah kewarung tersebut, disana Soto Sauto Brebes sudah siap menggoyang dan memanjakan lidah para penggemar soto.

food.detik.com/info-kuliner/d-4803669/sepanjang-pantura-ada-soto-brebes-sampai-soto-bangkong-yang-mantap